Skip to main content

37 KEBIASAAN ORANG TUA YANG MENGHASILKAN PERILAKU BURUK PADA ANAK


Kebiasaan 2 :
Berbohong kecil dan sering
Pada saat kita terburu-buru pergi bekerja, anak kita meminta ikut. Apa yang kita lakukan? Apakah kita menjelaskannya dengan kalimat yang jujur? Atau kita lebih memilih berbohong dengan mengalihkan perhatian si kecil ke tempat lain, setelah itu kita buru-buru pergi? Atau kita mengatakan, “Papa hanya sebentar kok, hanya ke depan saja ya, sebentaaar saja ya, sayang.” Tapi ternyata, kita pulang malam.
Apa akibatnya?
Dari contoh diatas, jika kita berbohong ringan/bohong kecil, dapat mengakibatkan anak tidak percaya lagi dengan kita sebagai orang tua. Mereka tidak bisa membedakan pernyataan kita yang bisa dipercaya atau tidak, sehingga anak menganggap semua yang diucapkan orang tuanya adalah bohong dan mulai tidak menuruti segala perkataan kita. Awalnya, anak-anak kita adalah anak yang selalu mendengarkan kata-kata orang tuanya, karena mereka sepenuhnya percaya pada orang tuanya. Namun setelah anak beranjak besar mereka mulai tidak menurut. Tanpa sadar kita sebagai orang tua setiap hari sering membohongi anak untuk menghindari keinginannya.
Apa yang sebaiknya kita lakukan?
Berkatalah jujur kepada anak. Ungkapkan dengan penuh kasih dan pengertian : Sayang, Papa mau pergi bekerja. Kamu tidak bisa ikut. Tapi kalo papa libur dan pergi ke kebun binatang, kamu bisa ikut. Hal ini memang membutuhkan waktu lebih untuk memberi pengertian kepada anak karena biasanya mereka menangis karena ia belum memahami keadaan mengapa orang tuanya harus selalu pergi di pagi hari. Kita perlu sabar dan beri pengertian kepada mereka secara terus menerus. Pastikan kita selalu jujur dalam mengatakan sesuatu.

Next ---->>> KEBIASAAN 3 :

Comments

Popular posts from this blog

Cara mengatasi mimisan yang efektif

Banyak orang yang masih melakukan kesalahan ketika mengatasi mimisan. Misalnya mendongak atau berbaring supaya darah tidak mengalir keluar dari hidung. Padahal, kesalahan saat menangani mimisan justru berbahaya. Epistaksis atau yang dikenal dengan  mimisan  merupakan salah satu istilah yang umum didengar kebanyakan orang. Mimisan merupakan suatu kondisi di mana terjadi keluarnya darah dari hidung. Hal ini mungkin terjadi pada siapa saja, mulai dari anak-anak hingga orang lanjut usia. Mimisan diakibatkan oleh berbagai macam penyebab, dari yang ringan atau tidak berbahaya hingga yang patut diwaspadai. Beberapa  penyebab dari mimisan  antara lain akibat adanya luka di daerah hidung, iritasi mukosa hidung, kelainan darah hingga tumor. Lalu apa yang harus dilakukan apabila terjadi mimisan? Ini dia panduan pertolongan pertama untuk mengatasi mimisan. Kenali dulu berbagai jenis mimisan Ternyata mimisan ada jenis-jenisnya, lho! Ada dua jenis mimisan yaitu ep...

Nama Nama Bayi perempuan islami berawalan huruf A

Nama Wanita Aabidah Tekun beribadah Aafiyah Sehat - Selamat Aamal Harapan-harapan Aaminah Dapat dipercaya - Aman Aathifah (1) Belas Kasih (2) Perasaan Aathirah Harum Adawiyah Seorang wanita Sufi Adibah Beradab Adilah Adil, Yang sebaya Afaf Punya Harga diri Afifah Punya harga diri Afnan Pepohonan Yang berbuah Afra' Malam 13 Purnama Afrah Hiburan-Kesenangan Ahlam Impian Aidah Kembali berhari raya Ainiyah Pohon rimbun yang bersemi Aisyah Istri Rasulullah saw Akifah Wanita yang beri'tikaf dimasjid Alifah Ramah tamah dalam bersahabat Alilah Yang memakai wewangian Aliyah Tinggi Amani Cita-cita, Keinginan Amimah Tubuh lenjang Aminah Dapat dipercaya Amirah Ratu Amjad Mulia Anan Awan - Cakrawala Anba...

Kapan bayi Mulai Tengkurap, Duduk, tengkurap dan Merangkak?

Bagi Bunda yang baru pertama kali memiliki anak, pasti muncul pertanyaan-pertanyaan,  “Kapan bayiku bisa duduk? Kapan seharusnya ia merangkak?”  Yuk kita simak apa saja tahapan perkembangan ( milestone ) yang akan dicapai si kecil dalam satu tahun pertamanya! Tengkurap dan membalikkan badan Sebelum mulai dapat tengkurap dan membalikkan badan, pertama-tama bayi akan berlatih untuk memperkuat otot lehernya. Latih si kecil untuk menggerakkan dan memperkuat otot lehernya dengan menaruh si kecil dalam posisi menelungkup di atas perut, ia akan mulai menegakkan kepala dan bahu, mengangkat tubuh dengan kedua lengannya seperti sedang berusaha untuk  push-up . Gerakan-gerakan tersebut bisa mulai Bunda saksikan saat usianya menginjak 3 bulan. Di usia 4-6 bulan, bayi mungkin sudah lebih mahir mengangkat kepala, menekuk punggungnya ke atas sehingga dadanya terangkat dari lantai dan akhirnya berhasil membalikkan badannya dari posisi telungkup ke posisi telentang. Jika di u...